Keberingasan Israel terus berlanjut dan mudah-mudahan (walaupun sebenarnya belum) berakhir. Anak-anak, wanita, sipil tidak luput dari bantaian Israel. Sepertinya Israel telah kalap, tidak bisa membedakan siapa lawan, kawan. Bahkan PBB-pun menjadi sasaran Israel. Sayangnya PBB sebagai organisasi yang menaungi lebih dari 100 negara hanya bisa mengutuk, tidak bisa melakukan perlawanan (atau apapun) yang bisa menghentikan kekejaman Israel.
Israel yang telah jelas-jelas menggunakan bahan peledak terlarang (bom posfor) tetap saja berkilah bahwa senjata yang digunakan tidak melanggar hukum internasional. dan sekali lagi PBB bungkam. Negara-negara tetangganya pun tidak bisa berbuat banyak selain menjadi penonton dan sesekali sebagai komentator. Libanon (walaupun hanya diwakili oleh kelompok militannya) berani sedikit melawan Israel. Dalam hal ini Israel memperlihatkan keangkuhannya dengan membalas Libanon dengan senjata yang lebih canggih.
Kata orang tua saya “Israel ditoel, dibalas dengan tempelengan” mungkin ada benarnya juga. Dilihat dari jumlah korban, di kubu Israel hanya jatuh korban tidak lebih dari 20 orang (menurut klaim Israel), sedangkan di pihak Palestina sudah lebih dari 1000 nyawa melayang, lebih dari 300 diantanya adalah anak-anak dan wanita.
Bagaimana dengan kita (rakyat Indonesia) yang hanya menyaksikan di layar kaca. Adakah sesuatu yang bisa kita perbuat untuk menghentikan kebrutalan Israel. Ada. BOIKOT ISRAEL. Sadar atau tidak, mungkin setiap hari kita menyumbang rupiah kita ke rekening Yahudi. Lho kok bisa. Bisa. berbgai produk Yahudi beredar di pasar-pasar kita. mulai dari pasar tradisional hingga Pasar swalayan. Mereka (Israel) bisa membombardir Palestina tentunya harus memiliki dana yang tidak sedikit, nah, dari kita-kita jugalah mereka mendapatkan dana.
Kita harus tahu mana produk yahudi. beberapa hari lalu, ibu saya mengirim SMS yang isinya adalah beberapa produk Yahudi yang beredar di pasar Indonesia.
- Coca-cola
- Huggies
- River Island
- McD
- Clinique
- Disney
- Donna Karan
- Starbucks
- Gap
- Garnier
- Perrier
- Kotex
- Sanex
- Jo Malone
- Lancome
- Libbys
- Tchibo
- L’oreal
- Marks & Spencer
- Kleenex
- Maybelline
- Nestle
- Vittel
- Revlon
- Wonderbra
Itulah sebagian produk-produk yang dicurigai mendonasikan sebagian keuntungannya untuk rekening Yahudi (tentunya salah satu keperluannya untuk menindas Palestina). Yuk mulai dari sekarang kita boikot produk Yahudi.
Ada yang bisa menambahkan produk Yahudi lainnya?
January 17, 2009 at 11:18 am
pertamaX
semoga perekonomian israel hancur
January 17, 2009 at 2:51 pm
aku sih memang nggak biasa mengkonsumsi barang2 yg ada di list atas
kabarku baik, bagaimana kabarmu nih ?
met wiken ya
January 17, 2009 at 5:21 pm
berdoa aja semoga perangnya bisa segera terselesaikan
January 17, 2009 at 10:31 pm
wah mana bisa hapal kalo ada segitu banyak. musti bawa kepekan kalo mau belanja dong.
EM
January 18, 2009 at 3:24 pm
Sahabat Blogger..
Saya ingin mengundang sahabat blogger (semua) untuk ikut berdiskusi menjadi blogger yang pertama ikut menyusun konsep “Indonesian’s Friendship Blogger”:-).
Salam Hangat dan Persahabatan selalu:-)
Gusti Dana
January 19, 2009 at 6:29 am
Mmm maaf nih …
ini hoax atau bukan ya …
takutnya fitnah atau persaingan usaha atau apa gitu …
But yang jelas … Tindakan memborbardir rumah sakit, anak yang tak berdosa, tidak mengindahkan PBB dsb nya itu sudah betul-betul kelewat batas … !!! betul-betul keterlaluan …
Salam saya mas Eko
January 19, 2009 at 7:10 am
aku ga’ ada yang pke tuh, daftar di atas, syukurlah…
January 21, 2009 at 1:46 am
sekedar nambah mas eko……..
Intel
IBM
Nokia
Danone
Nestle
Facebook
WordPress ini juga
Yahoo
January 23, 2009 at 10:35 am
lihat komen Uda Alexhappy …
WordPress juga ???
Ups …
January 28, 2009 at 11:24 am
dan dg ini kita telah melakukan kontribusi untuk kemerdekaan Palestina
January 29, 2009 at 2:07 am
tapi ada wacana menarik dari ustad sarwat di http://www.warnaislam.com tentang hal ini
January 29, 2009 at 7:45 am
pasti kita bisa kalo kita mau memboikotnya…sayangnya pemerintah kita tuakuuttt
January 31, 2009 at 7:35 am
Wah..wah…banyak juga ya produknya..?
January 31, 2009 at 10:05 am
lebih baik meninggalkan yg mudharat ya..
January 31, 2009 at 1:24 pm
aq juga setuju………………………………………………………………..
kalau kami disini rencana mau gitu juga…..
salam kenal yah
January 31, 2009 at 2:53 pm
Bagaimana nasib mereka karyawan yang bekerja di perusahan tersebut jika perusahan itu tidak lagi berdiri di Indonesia? bagaimana mereka memberi nafkah untk anak dan istri? Adakah solusinya? Maaf sekedar bertanya…
February 1, 2009 at 2:02 pm
apa kabar ? kapan apdet lagi nih ?
February 10, 2009 at 5:22 am
Listnya buanyak….
Kita kebanyakan pake produk luar negeri sih..
Jadi bingung sendiri.
February 14, 2009 at 4:56 am
Smoga saja Orang2 Indonesia tidak menjadi orang2 yg bodoh dalam membeli produk
Salam