Ngajar… oh ngajar

Hari jum’at kemaren saya ngajar yang pertama kalinya setelah libur lebaran. Sebenernya hari jum’at sebelumnya harusnya ngajar, tapi saya sakit, jadi saya cancle. Akibatnya kelas saya digantikan oleh teman pengajar lainnya. Ketika saya masuk kelas, seperti kelas sebelumnya saya mengucapkan ucapan dari hati untuk meminta maaf pada murid-murid saya.

Ketika bertanya tentang materi pelajaran ada yang mengejutkan.. ternyata teman saya yang mengganti saya ngajar lumayan ngebut, sehingga materi ajar yang harusnya saya terangkan hari itu telah diterangkan minggu lalu. Wow.. persiapan berbeda dengan yang harus dilakukan. tetapi the show must go on. Di rumah saya menyiapkan materi Unsur Golongan VIIIA, tetapi anak-anak minta yang Golongan VIIA.

Dengan segenap pikiran, saya mengajar sambil loading materi yang telah tertimbun di otak saya. Lumayan banyak yang lupa. Padahal waktu kuliah lalu, saya paling suka materi ini. Tapi karena nggak “dipake” akhirnya ada beberapa hal yang lupa. Sungguh hari itu menjadi hari yang bagi saya cukup banyak mengambil pelajaran moral :

  • sebagai guru, harus siap mengajar apapun, walau dalam keadaan terdesak. Untuk menanggulangi hal ini maka banyak membaca adalah solusi terbaik.
  • jangan memperlihatkan bahwa kita tidak menguasai materi di depan murid. malu dong
  • menggali informasi yang sudah tertimbun dalam otak agak susah juga, apalagi sambil ngajar.

One Response to Ngajar… oh ngajar

  1. Mang Kumlod says:

    Kalau udah bertaun-taun ngajar mestinya udah molotov dong, Ko…
    Tapi kimia emang susah sih…

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: