Berharganya 0,01

March 24, 2009

kehilangan 1.000.000 mungkin sangat berharga, kehilangan 100.000 mungkin jadi pikiran, kehilangan 10.000 mungkin kurang infak, kehilangan 1000 mungin lupa bayar parkir, kehilangan 100 mungkin ga ngasih pengamen.

tapi kalo 0,01 apa yang berharga? Bagi saya sangat berharga, sebab itulah kekurangan nilai IPK saya untuk mencapai Cumlaude.. Cumlaude saudara-saudara di ITB pula.. tapi apa mau dikata, transkip nilai sudah dicetak, tak ada kemungkinan perbaikan, dan memang sudah diprediksi sejak setelah sidang, memang segitu kekurangannya.

di ITB (untuk jenjang pascasarjana) yang disebut Cumlaude adalah mahasiswa yang memiliki nilai IPK 3,75 atau lebih besar. Dan sudah tau dong, nilai IPK saya, yup.. benar 3,74..

Tapi nggak apa-apa, saya jadi punya sebutan baru untuk nilai saya ini. HCl = Hampir Cumlaude.. 🙂

bagaimana dengan nilai kuliah blogger lainnya, punya cerita yang mirip?

Advertisements

Pemilu Bingung !

March 21, 2009

Sebentar lagi Pemilu legislatif. Tanggal 9 April menjadi tanggal yang sakral bagi para calon legislatif. Nasib ditentukan pada hari H tersebut. Ada yang akan memikul amanah dari rakyat dan seharusnya ada legowo menerima kekalahan. 

Partai peserta Pemilu berjumlah 44 partai, yang terdiri dari 38 partai nasional dan 6 partai lokal Aceh. Masih ingat jelas dalam benak saya ketika tahun 2004, yang ketika itu, kita hanya memilih partai saja. pusing tujuh keliling. apalagi sekarang harus memilih calon legislatif. Bagi saya mungkin menjadi tidak terlalu pusing, karena akses informasi mudah diperoleh, lalu bagaimana dengan yang berada di daerah?

Hal lain, adalah cara memilih. dulu kita sudah terbiasa memilih dengan cara mencoblos. lalu tiba-tiba sekarang aturan yang sudah mendarah daging bagi sebgain besar masnyarakat Indonesia, diubah menjadi dicontreng. sekali lagi untuk penduduk perkotaan, mungking tidak masalah, tapi bagaimana dengan sahabat-sahabat kita yang berada di pelosok?

Beberapa waktu lalu, saya bersama teman-teman dari Partai Kanan ataS mencoba melakukan sosialisasi pemilu. tempat yang kita pilih adalah di kelurahan Setiamanah Cimahi. sudah tau dong kalo cimahi ini sudah menjadi Kota. tapi apa yang kami temukan? ternyata banyak warga yang belum mengetahui cara memilih pada pemilu sekarang! wah kaget bukan main, pada ini Kota. lalu kami juga mencoba memperagakan cara memilih. kami bawa duplikat kertas suara, ketika kami buka, banyak warga yang mengomentari ukuran kertas suara yang sebesar kertas koran, belum lagi cara melipatnya yang membingungkan.

Ada satu penelitian yang menghasilkan bahwa seorang pemilih memerlukan waktu sekitar 3 – 4 menit untuk berada di bilik suara. jika dalam satu TPS ada 400 pemilih dan memiliki 4 bilik, maka proses pemilihan berlangsung sekitar 6 jam tanpa henti. wuih… cukup melelahkan bukan? belum lagi proses penghitungan suara. Ingatkah kawan, tahun 2004 yang hanya memilih partai, proses penghitungan suara bisa berlangsung hingga tengah malam. lha sekarang bagaimana?

Selain pemilih, ternyata KPU sendiri masih bingung dalam mempersiapkan pemilu kali ini. misalnya dalam penentuan suara sah. awalnya KPU membuat peraturan bahwa suara sah adalah yang hanya sekali contreng. tapi kemudian diperbaharui bahwa kartu suara yang dicontreng dua kali pada nama dan nomor partai juga dianggap sah, dan beberapa hal lain yang menyangkut sahnya suara.

Jadi demokrasi yang sedang kita bangun, kita bangun di atas kebingungan. tapi walaupun bingung semoga kehidupan berdemokrasi kita semakin dewasa, semakin baik, semakin memikirkan rakyat. Tapi sahabat jangan bingung milih partainya, saran saya pilih saja Partai Kita Semua yang Peduli Kepada Sesama, nanti di bilik suara partai ini ada di nomor 8 (depalan) letaknya ada di Pojok Kanan ataS.