Berapa Lama

April 25, 2009

Sekedar curhat saja…

mungkin hal ini sehari-hari banget.. ini tentang berapa lama kita hidup dijalan..

tempat aktivitas saya lumayan jauh, sekitar 15 Km dari tempat tinggal. untuk mencapai tempat aktivitas (sekolah) saya menggunakan kendaraan roda dua (motor).. Seringkali sebelum ke sekolah, saya harus mengantar istri hingga sekolahannya (istri saya seorang guru) yang jaraknya sekitar 5 Km dari rumah yang arahnya berlawanan dengan sekolah saya… jadi kalo harus mengantar istri dulu, setidaknya saya akan ada diatas motor 30 km sehari itu.

sekarang kita konversi ke waktu.. kalo jalanan lancar, maka untuk satu kali jalan (dari rumah ke sekolah) kira-kira memakan waktu 20 menit, jadi kalo bolak balik sekitar 40 menit. tapi kalo macet, sekali jalan bisa sampe 40 menit!! (macet di bandung sekarang makin parah). Anggaplah rata-rata sekali jalan menghabiskan wakti 30 menit. berarti dalam sehari saya setidaknya akan ada di atas kendaraan selama 1 jam. 

Jika sehari 1 jam, maka seminggu (kecuali hari ahad, asumsi ahad nggak kemana-mana), maka sudah 6 jam. sebulan 24 jam. itu berarti dalam setahun 288 jam, ini sama saja dengan 12 hari. itu baru itungan minimal.. padahal kenyataannya mungkin lebih..

12 hari di jalan… bagi saya ini waktu yang sangat berharga, kalo saja 12 hari itu saya pakai untuk melakukan aktivitas lain yang lebih produktif..

bagaiman dengan sahabat blogger, berapa lama anda dijalan?

Advertisements

Polisi Tidur

February 13, 2009

 

polisi-tidur

gambar dari internet

Sudah barang tentu bagi Anda yang sering berkendara, tidak asing lagi dengan polisi tidur. Polisi tidur adalah gundukan yang sengaja dibuat melintang di tengah jalan. Fungsi utama dari polisi tidur adalah untuk menghambat laju kendaraan yang melintas. Beberapa polisi tidur dibuat landai sehingga ketika kendaraan melintasinya, tidak ada kendala berarti, tetapi di beberapa tempat juga ada polisi tidur yang dibuat terlalu tinggi, sehingga sangat mengganggu pengendara kendaraan bermotor.

Tahukah kawan, dalam kehidupan kita, kita juga memiliki berbagai “polisi tidur” yang menghambat laju kemajuan, perkembangan diri kita. “Polisi tidur” ini tidak menghambat 100%, tetapi hanya mengurangi laju kecepatan kita, tetapi jika terlalu banyak “polisi tidur” tentunya menjadi sangat terhambat.

Beberapa “polisi tidur” yang kerap menghambat kita antara lain dana, lingkungan, dan faktor internal. Saya sendiri memiliki polisi tidur yang sedang saya kurangi jumlahnya dan saya kurangi ketinggiannya yaitu kemalasan. Terus terang, selepas sakit seminggu kemarin, rasanya malas untuk mengerjakan sesuatu. Postingan ini pun adalah sebagai salah satu upaya untuk mengurangi “polisi tidur” yang kerap mengganggu ini. Mudah-mudahan “polisi tidur” ini bisa saya “bongkar”, supaya kecepatan akselerasi diri bertambah lagi.

Bagaimana dengan “polisi tidur”-mu kawan?


Boikot Israel

January 17, 2009

Keberingasan Israel terus berlanjut dan mudah-mudahan (walaupun sebenarnya belum) berakhir. Anak-anak, wanita, sipil tidak luput dari bantaian Israel. Sepertinya Israel telah kalap, tidak bisa membedakan siapa lawan, kawan. Bahkan PBB-pun menjadi sasaran Israel. Sayangnya PBB sebagai organisasi yang menaungi lebih dari 100 negara hanya bisa mengutuk, tidak bisa melakukan perlawanan (atau apapun) yang bisa menghentikan kekejaman Israel.

Israel yang telah jelas-jelas menggunakan bahan peledak terlarang (bom posfor) tetap saja berkilah bahwa senjata yang digunakan tidak melanggar hukum internasional. dan sekali lagi PBB bungkam. Negara-negara tetangganya pun tidak bisa berbuat banyak selain menjadi penonton dan sesekali sebagai komentator. Libanon (walaupun hanya diwakili oleh kelompok militannya) berani sedikit melawan Israel. Dalam hal ini Israel memperlihatkan keangkuhannya dengan membalas Libanon dengan senjata yang lebih canggih.

Kata orang tua saya “Israel ditoel, dibalas dengan tempelengan” mungkin ada benarnya juga.  Dilihat dari jumlah korban, di kubu Israel hanya jatuh korban tidak lebih dari 20 orang (menurut klaim Israel), sedangkan di pihak Palestina sudah lebih dari 1000 nyawa melayang, lebih dari 300 diantanya adalah anak-anak dan wanita.

Bagaimana dengan kita (rakyat Indonesia) yang hanya menyaksikan di layar kaca. Adakah sesuatu yang bisa kita perbuat untuk menghentikan kebrutalan Israel. Ada. BOIKOT ISRAEL. Sadar atau tidak, mungkin setiap hari kita menyumbang rupiah kita ke rekening Yahudi. Lho kok bisa. Bisa. berbgai produk Yahudi beredar di pasar-pasar kita. mulai dari pasar tradisional hingga Pasar swalayan. Mereka (Israel) bisa membombardir Palestina tentunya harus memiliki dana yang tidak sedikit, nah, dari kita-kita jugalah mereka mendapatkan dana. 

Kita harus tahu mana produk yahudi. beberapa hari lalu, ibu saya mengirim SMS yang isinya adalah beberapa produk Yahudi yang beredar di pasar Indonesia.

  • Coca-cola
  • Huggies
  • River Island
  • McD
  • Clinique
  • Disney
  • Donna Karan
  • Starbucks
  • Gap
  • Garnier
  • Perrier
  • Kotex
  • Sanex
  • Jo Malone
  • Lancome
  • Libbys
  • Tchibo
  • L’oreal
  • Marks & Spencer
  • Kleenex
  • Maybelline
  • Nestle
  • Vittel
  • Revlon
  • Wonderbra

Itulah sebagian produk-produk yang dicurigai mendonasikan sebagian keuntungannya untuk rekening Yahudi (tentunya salah satu keperluannya untuk menindas Palestina). Yuk mulai dari sekarang kita boikot produk Yahudi.

Ada yang bisa menambahkan produk Yahudi lainnya?


Sehat atau Sakit ?

December 2, 2008

Jika ada yang bertanya : lebih baik sehat atau sakit? mungkin orang-orang akan menjawab lebih baik sehat. ya benar.. sebab dalam keadaan sehat, kita bisa melakukan banyak hal.

tapi bagaimana jika seperti ini. sehatnya justru menjauhkan dari nilai-nilai kebaikan, sehatnya justru menjauhkan kita dari berbuat kebaikan, justru sehatnya menjauhkan kita dari Allah SWT. tapi sakitnya justru mendekatkan diri kita kepada Allah SWT, sakitnya justru menyadarkan kita untuk segera berbuat kebaikan sekecil apapun.

Dan inilah, yang Allah berikan kepada saya akhir pekan lalu. Allah dengan kasih sayangnya menyadarkan saya dengan sakit. sungguh tidak diduga, sebab siang harinya masih segar bugar, tetapi malam harinya jatuh sakit. Allah menyadarkan saya untuk berbuat kebaikan. Allah menyadarkan untuk segera merapat kepadaNya. Allah menyadarkan saya untuk menjauhi larangannya. Allah sedang sayang kepada saya.

kembali ke pertanyaan awal lebih baik sehat atau sakit? kalo saya lebih memilih sehat melakukan berbagai hal yang mendekatkan diri kepada Allah. tentu. Bagaimana dengan anda?

(BTW. Alhamdulillah sekarang udah baikan… udah bisa ngajar lagi)


Ujian atau Ulangan

November 29, 2008

Di hari yang cerah ini (di Bandung lagi cerah lho).. saya menyelenggarakan ujian untuk siswa-siswa saya.. Soalnya saya buat mudah, dengan harapan cukup banyak siswa yang memperoleh nilai tinggi. Mudah, menurut saya, juga mudah mungkin bagi sebagian siswa. bentuk soal yang diujikan ada empat, yaitu pilihan ganda, menjodohkan, jawaban singkat dan TTS (teka teki silang a.k.a cross word).

Selesai ujian saya mengumpulkan beberapa siswa untuk membantu memeriksa. sebab jika saya periksa sendiri, takutnya tidak terkerjakan, karena kesibukan tesis dan mungkin blogging (hehehe…. nggak ding… bloggi jarang juga).. suasana pemeriksaan berlangsung heboh, karena beberapa siswa terjebak dengan pertanyaan yang saya buat. memang saya buat beberapa pertanyaan yang menjebak, untuk mengetahui pemahaman akan konsep yang diujikan.

selesai diperiksa, dilanjutkan dengan penilaian, dan rekap penilaian. rekap penilaian saya lakukan sendiri. dan alangkah terkejut ternyata hanya sekitar 15 persen saja yang memiliki nilai diatas nilai KKM. oh sedihnya…

saya berpikir mungkin soalnya terlalu susah, tetapi dari jajak pendapat singkat yang saya lakukan, ternyata tidak juga. atau mungkin karena mereka (siswa) tidak paham akan konsep materi? yang ini lebih mungkin, menurut jajak pendapat, memang beberapa siswa kurang paham akan konsepnya. Memang untuk materi yang diujikan kali ini saya tidak terlalu menjelaskan dengan dalam, hanya dasar-dasarnya saja. rupanya siswa saya tidak bisa mengikuti gaya ngajar baru saya. jadi harus direvisi deh cara ngajarnya…

beberapa pelajaran moral saya petik pagi ini

  1.  mudah menurut anda, belum tentu mudah untuk orang lain
  2. kalo ingin mendapatkan hasil evaluasi yang bagus, lakukan ulangan jangan ujian. sebab dalam hal ini sedikit berbeda. (baru nyambung dengan judul). ulangan lebih bersifat mengulang. sedangkan ujian merupakan penerapan konsep-konsep yang telah dipelajari. mungkin kasusnya belum pernah diberikan. tetapi alat penyelesaian kasusnya sudah tahu.

Dalam kehidupan seharu-haripun kita selalu menghadapi ujian (bukan ulangan).. mungkin beberapa ulangan.. tetapi lebih banyaknya ujian. begitupun hari ini. siswa-siswi saya, saya uji dengan satu set soal. dan Allah menguji saya dengan hasil ujian siswa-siswi yang kurang memuaskan.

Bagaimana dengan ujian anda?


Hidup adalah pilihan

November 5, 2008

Pernahkan anda mengalami keadaan dimana anda harus memilih pilihan dari banyak pilihan. Saya yakin pernah, ya setidaknya ketika dulu sekolah, anda tentunya pernah ujian yang soalnya dalam bentuk pilihan ganda. Dakan kehidupan sekari-haripun, kita, akan menemukan kejadian yang menuntut kita untuk mengambil keputusan dari banyak pilihan.
Read the rest of this entry »


Belajar dari Jamur

October 22, 2008

Ketika membaca sebuah artikel online buah tangan Hernowo, saya terkejut, ada sebuah buku karangan seorang doktor Thailand yang berjudul Belajar dari Monyet. Ternyata, isinya cukup menggugah –menurut Hernowo. Diceritakan bahwa, sebenarnya banyak hal yang bisa kita pelajari dari makhluk yang satu ini. Dari sini saya kemudian berfikir, bahwa segala sesuatu yang Tuhan ciptakan bisa kita jadikan bahan bertafakur –merenung. Merenung, tentunya untuk memahami mahkluk tersebut dan membuat kita menjadi lebih baik.

  Read the rest of this entry »