Masa Depan Pendidikan Indonesia

February 20, 2009

Siapa yang tidak butuh pendidikan? Sepertinya di zaman modern ini semua orang memerlukan pendidikan. Pengamen jalanan yang masih belia, yang seharusnya menikmati masa kecilnya, jika ditanya apa mau sekolah? Jawabannya pasti mau. Bahkan satu novel yang baru saja saya baca Ma Yan mengisahkan keyakinan seorang ibu yang tidak mengenyam pendidikan untuk menyekolahkan anak-anaknya walaupun, seperti biasa, terkendala masalah uang. Jadi agaknya akan sulit jika kita bertanya pada orang waras pada zaman ini ‘apakah anda tidak butuh pendidikan? Dan dia menjawab tidak’.

Pendidikan yang saya maksud adalah pendidikan formal, yang bagaimanapun, di negara tercinta ini masih punya daya jual yang lebih tinggi ketimbang kompetensi yang dimiliki seseorang. Pendidikan formal dimulai di bangku SD. Di tahapan inilah, kita belajar membaca, berhitung. Saya cukup kaget, ketika melihat kurikulum SD yang berlaku sekarang? Kenapa? Karena materi ajar yang dituntut cukup banyak. Saya malah kasihan dengan siswa SD sekarang. Bagaimana dengan SMP dan SMA, sama saja.

Berbagi pengalaman pribadi saja. Saya adalah seorang guru kimia di sebuah sekolah swasta di kota Bandung. Beban kurikulum yang terlampau banyak menjadikan saya harus berpikir keras supaya semua materi dapat tersampaikan dalam waktu yang tersedia, tanpa mengorbankan pemahaman anak didik. Jadi sering kali saya harus “mendangkalkan” ilmu. Jika memaksakan “lebih dalam” konsekuensinya adalah waktu tidak akan cukup. Dan sepertinya gejala ini tidak hanya dialami oleh saya, tetapi beberapa rekan sejawat pun mengalaminya.

Sepertinya para pembuat kebijakan kurikulum tidak atau mengabaikan hal ini. Hanya suatu kekhawatiran saja, kedepannya jika terus seperti ini, maka orang-orang Indonesia adalah orang-orang yang bepengetahuan luas tetapi pengetahuannya dangkal. Padahal dalam era globalisasi justru diperlukan orang-orang yang expert dalam satu bidang tertentu, syukur-syukur bisa expert dua bidang sekaligus.

Bagaimana masa depan pendidikan Indonesia? Sebentar lagi mungkin akan berganti kepemimpinan, atau paling tidak menteri pendidikan bakalan berganti, artinya kebijakannya berubah lagi. Akankah lebih baik? Semoga saja. Saya selalu berdo’a bahwa orang-orang yang memegang kebijakan dalam dunia pendidikan adalah orang-orang yang mempunyai latar belakang yang bersinggungan langsung dengan dunia pendidikan dan sangat peduli dengan pendidikan, bukan sekedar latarbelakang partai politik.

Advertisements

Selamat Hari Guru

November 25, 2008

Hari ini hari guru… suer… baru ngeh setelah ada siswa saya yang ngirim SMS… memang tadi pagi sempet liat berita tapi nggak ada yang nyangkut dengan hari guru… SMS dari siswa saya :

“Aslkm.. P,mksh yach ats pnjarany slama nie.. Ttp chemangt buat ngjar yach.. “MET HRI GURU”.

Jujur (dari tadi juga jujur) SMS ini membuyarkan pikiran yang sedang fokus nulis tesis. tapi SMS itu justru memberikan ide untuk posting di blog ini. 

Sebagai seorang guru seharusnya inget ulang tahunnya sendiri (jangan tiru si bapak guru ini, masa ulang tahun sendiri kagak inget). parahnya saya juga kurang paham kenapa 25 november dijadikan hari guru. hehehe… 

Ulang tahun biasanya dijadikan sarana evaluasi setahun kebelakang. tetapi sebagai seorang guru, evaluasi itu dilakukan sesering mungkin, bahkan setiap hari. nggak perlu nunggu setahun. Tapi Ok lah.. kita rencanakan untuk setahun kedepan, mungkin ulang tahun adalah saat yang tepat. Bagi saya setahun kedepan dalam hal ngajar mengajar harus :

  1. bisa mengajar lebih baik lagi
  2. bisa menjaga hubungan baik dengan siswa dan rekan-rekan guru
  3. bisa memperbaiki akhlak siswa yang masih jauh dari nilai-nilai Islam (uh… berat sekali – sambil menyeka keringat di kening)
  4. hmmmm apa lagi ya… yang pasti lebih wise aja…

Do’akan ya supaya harapan ini bukan hanya sekedar tulisan menghiasi blog, tetapi dapat benar-benar direalisasikan…

(makasih ya Astri… sudah mengingatkan hari guru)


Kecerdasan Anda…

November 21, 2008

Sebuah penelitian yang dilakukan oleh Howard Gardner mengusulkan bahwa seseorang dapat memiliki berbagai kecerdasan, teorinya kemudian dikenal dengan Multiple Intelligence. Teori Multiple Intelligence menjelaskan 8 kecerdasan yang dapat dimiliki oleh seseorang, yaitu :

  1. Kecerdasan linguistik, yaitu kecerdasan yang berhubungan dengan kemampuan verbal. Orang yang memiliki kecerdasan linguistik cenderung piawai dalam menulis, membaca, berbicara, dan juga berdebat.
  2. Kecerdasan logika matematika, yaitu kecerdasan yang berhubungan dengan kemampuan seseorang dalam perangkaan, pengenalan pola, dan bermain dengan argumentasi yang logis.
  3. Kecerdasan spasial, yaitu kecerdasan yang berhubungan dengan kemampuan untuk berpikir secara ‘meruang’ atau menciptakan dan menyususn kembali suatu citra atau situasi tertentu. Orang yang memiliki kecerdasan ini akan piawai dalam menggambar.
  4. Kecerdasan musikal, yaitu kecerdasan yang berhubungan dengan kemampuan seseorang menciptakan irama.

http://www.newhorizons.org

  1. Kecerdasan kinestetik, yaitu kecerdasan yang berhubungan dengan kemampuan seseorang menggerakkan tubuh atau hal-hal yang berkaitan dengan aktivitas fisik.
  2. Kecerdasan interpersonal, yaitu kecerdasan yang berhubungan dengan kemampuan seseorang untuk menjalin hubungan dengan orang lain.
  3. Kecerdasan intrapersonal, yaitu kecerdasan yang berhubungan dengan kemampuan seseorang dalam memahami dirinya. Orang uang memiliki kecerdasan ini mampu merenungkan dirinya dan kemudian mengekspresikan dirinya secara kuat.
  4. Kecerdasan naturalis, yaitu kecerdasan yang berhubungan dengan kemampuan bergaul dengan alam secara harmonis.

Anda temasuk orang yang memiliki kecermasan menonjol (lebih) yang mana?


IBSN : Hambatan Belajar

November 12, 2008

Belajar adalah kebutuhan dasar bagi seorang manusia. Seorang manusia yang baik, tentunya akan selalu belajar setiap saat. Tetapi sayangnya, belajar bagi sebagian dari kita adalah sesuatu hal yang berat. Pada artikel ini akan dijelaskan beberapa hal yang menyebabkan belajar menjadi sesuatu yang berat. Belajar yang dimaksud dalam artikel ini adalah belajar untuk kepentingan akademik, walaupun beberapa alasan berkaitan dengan alasan umum mengenai keengganan belajar.

Banyak hal yang dapat menghambat belajar, sehingga terkesan belajar adalah sesuatu yang berat dan belajar adalah hal yang tidak menyenangkan, atau bahkan merasa tertekan ketika harus belajar. Apa sebenarnya yang membuat belajar menjadi momok bagi sebagian orang? Bukankah seharusnya belajar adalah sesuatu yang menyenangkan? Bagaimana agar belajar menjadi suatu kebutuhan dan merasa nyaman dengan belajar?

Banyak hal yang bisa kita gali dari pertanyaan, hambatan-hambatan apa saja yang menyebabkan belajar menjadi momok bagi sebagain orang? Alasan apa yang mengakibatkan belajar adalah suatu hal yang berat? Ketika dihadapkan dengan pertanyaan ini, akan timbul beberapa ide, yang sebenarnya alasan mengapa kita enggan belajar. Di bawah ini akan dijelaskan beberapa hambatan umum dalam belajar bagi sebagian orang.
Read the rest of this entry »


Dadakan

November 5, 2008

hah… kaget… kecewa… atau apalah…
ya. kecewa. perasaan itulah yang saya rasakan pagi ini.
waktu berangkat dari rumah, high spirit masih menyertai saya, hingga tiba di sekolah. sesampainya di sekolah, saya memeriksa infokus yang kemarin saya pesan pada pegawai TU. pagi ini rencananya saya akan menyampaikan materi tentang kimia unsur. slidenya sudah dipersiapkan dari pekan lalu, dan infokus telah tersedia, jadi tinggal tempur saja.
Read the rest of this entry »


Ngajar… oh ngajar

October 20, 2008

Hari jum’at kemaren saya ngajar yang pertama kalinya setelah libur lebaran. Sebenernya hari jum’at sebelumnya harusnya ngajar, tapi saya sakit, jadi saya cancle. Akibatnya kelas saya digantikan oleh teman pengajar lainnya. Ketika saya masuk kelas, seperti kelas sebelumnya saya mengucapkan ucapan dari hati untuk meminta maaf pada murid-murid saya.
Read the rest of this entry »