Kampanye

January 16, 2009

Menjelang pemilu legislatif yang akan diselenggarakan pada 9 April 2009 nanti, partai politik dan para caleg sudah pasang kuda-kuda, bahkan beberapa sudah berperang layaknya minggu depan akan pemilu.  Berbagai foto terpajang di semua sudut kota, mulai dari yang berukuran kecil hingga yang berukuran sangat besar, yang menurut saya cenderung mengotori kota.

Berbagai cara telah dilakukan oleh partai politik dan para caleg untuk mendulang suara pada pemilu nanti.  Mulai dari yang berbaik-baik dengan konstituennya hingga black campaign.  Tudingan-tudingan dilancarkan pada lawan politiknya guna menjatuhkan citra.  

Kalo tidak salah, yang dimaksud dengan kampanye menurut UU adalah suatu bentuk pemberitahuan (pengumuman) visi misi kepada konstituen, atau juga mengajak untuk memilih suatu pilihan tertentu.  Jika memang benar demikian, maka selama tidak membeberkan visi misi dan mengajak ‘mencontreng’ maka apapun bentuknya bukanlah merupakan suatu kampanye politik.

Berkaitan dengan kampanye, dalam waktu dekat ini, KPU akan mempersilahkan Partai Politik untuk melakukan kampanye terbuka. Ada yang salah kaprah dengan masyarakat Indonesia mengenai kampanye ini. Kampanye bertujuan untuk membeberkan visi dan misi partai politik dan atau calon legislatifnya. Kesempatan ini seharusnya digunakan oleh para pemilih untuk menilai calon pilihannya. sehingga sangat mungkin seorang pemilih akan hadir di beberapa kampanye yang berbeda. Tapi apa yang terjadi di tengah masyarakat kita bahkan dalam tubuh Parpol? Ada anggapan jika si A sudah mengikuti kampanye partai A, maka jika si A hadir dalam kampanye Partai B, C .. akan dianggap aneh atau dinggap linglung oleh masyarakat.

Sebagai bagian dari masyarakat, tentunya Parpol harus memberikan pendidikan politik, setidaknya melalui kampanye. jangan menjadi kecewa atau marah karena simpatisannya hadir dalam kampanye Parpol lain. Justru dalam kampanye inilah seorang pemilih menilai dan akhirnya menjatuhkan pilihannya pada saat 9 April nanti.

Advertisements