Masa Tenang

April 6, 2009

Hingar bingar kampanye Pemilu Legislatif baru saja usai. Tiga hari setelah masa kampanye ditetapkan sebagai masa tenang. Masa tenang artinya masa yang seharusnya memberikan ketenangan kepada pemilih untuk menentukan pilihannya setelah mendengarkan janji-janji para calon legislatif. 

Tapi bagi para calon legislatif, masa tenang ini bukanlah masa tenang, sebab dalam waktu yang sedikit ini tentunya mereka (caleg, red) masih belum percaya diri dalam menghadapi hari-H nanti. kekhawatiran muncul jika dirinya tidak terpilih menjadi anggota legislatif. Sebabnya bagi para caleg, tiga hari ini adalah masa tegang. Maka untuk memuluskan dirinya menjadi anggota legislatif, maka masa yang singkat ini digunakan untuk kampanye secara sembunyi-sembunyi. bahkan mungkin juga melakukan serangan fajar, yang intinya mengingatkan sambil membagikan uang. tentunya hal ini melanggar undang-undang. Nah jika rekan-rekan blogger menemukan caleg yang seperti itu jangan pilih dia, sebab jika dia tepilih, maka sudah bisa dipastikan, harus balik modal dulu (ngertikan).

Mari, dimasa tenang (tegang) ini kita renungkan kembali pilihan kita, jangan sampai lima tahun kedepan kita sendiri yang menyesal karena salah pilih. (seperti yang terjadi tahun 2004).

Advertisements

Kampanye

January 16, 2009

Menjelang pemilu legislatif yang akan diselenggarakan pada 9 April 2009 nanti, partai politik dan para caleg sudah pasang kuda-kuda, bahkan beberapa sudah berperang layaknya minggu depan akan pemilu.  Berbagai foto terpajang di semua sudut kota, mulai dari yang berukuran kecil hingga yang berukuran sangat besar, yang menurut saya cenderung mengotori kota.

Berbagai cara telah dilakukan oleh partai politik dan para caleg untuk mendulang suara pada pemilu nanti.  Mulai dari yang berbaik-baik dengan konstituennya hingga black campaign.  Tudingan-tudingan dilancarkan pada lawan politiknya guna menjatuhkan citra.  

Kalo tidak salah, yang dimaksud dengan kampanye menurut UU adalah suatu bentuk pemberitahuan (pengumuman) visi misi kepada konstituen, atau juga mengajak untuk memilih suatu pilihan tertentu.  Jika memang benar demikian, maka selama tidak membeberkan visi misi dan mengajak ‘mencontreng’ maka apapun bentuknya bukanlah merupakan suatu kampanye politik.

Berkaitan dengan kampanye, dalam waktu dekat ini, KPU akan mempersilahkan Partai Politik untuk melakukan kampanye terbuka. Ada yang salah kaprah dengan masyarakat Indonesia mengenai kampanye ini. Kampanye bertujuan untuk membeberkan visi dan misi partai politik dan atau calon legislatifnya. Kesempatan ini seharusnya digunakan oleh para pemilih untuk menilai calon pilihannya. sehingga sangat mungkin seorang pemilih akan hadir di beberapa kampanye yang berbeda. Tapi apa yang terjadi di tengah masyarakat kita bahkan dalam tubuh Parpol? Ada anggapan jika si A sudah mengikuti kampanye partai A, maka jika si A hadir dalam kampanye Partai B, C .. akan dianggap aneh atau dinggap linglung oleh masyarakat.

Sebagai bagian dari masyarakat, tentunya Parpol harus memberikan pendidikan politik, setidaknya melalui kampanye. jangan menjadi kecewa atau marah karena simpatisannya hadir dalam kampanye Parpol lain. Justru dalam kampanye inilah seorang pemilih menilai dan akhirnya menjatuhkan pilihannya pada saat 9 April nanti.